Kata pertama yang ingin aku
sampaikan adalah.. MAAF
Maaf jika aku selalu menganggapmu tak
ada.
Maaf bila kehadiranmu disadari
hanya ketika kau melakukan kesalahan.
Maaf jika kehadiranmu selalu ku
caci
Maaf jika hatimu terkadang sengaja
kusakiti
Maaf jika dirimu sengaja ku
tenggelamkan dalam kebahagiaan yang palsu
Maaf jika aku terlalu keras dan
egois terhadapmu
Maaf jika dirimu selalu kuabaikan
dan tak pernah kupedulikan
Maaf jika aku selalu membuatmu
tampak bodoh
Maaf jika aku selalu terdiam saat
kau benar-benar kesakitan karena tersakiti
Maaf jika dirimu selalu kupaksa
untuk melakukan sesuatu yang ujungnya akan membuatmu menderita
Maaf jika aku selalu membuatmu
menangis
Maaf jika tak sedikitpun kata
TERIMA KASIH kuucapkan atas semua perjuangan dan pengorbananmu yang begitu
besar.
Kini aku benar-benar ingin selalu
merasakan kehadiranmu yang sangat amat berarti.
Tanpamu aku tak pernah hidup.
Tanpamu aku tak akan melangkah sejauh ini.
Terimakasih untuk selalu menemani
setiap langkah suka dan duka ku.
Terimakasih atas kerjasama mu yang
hebat
Terimakasih atas
ketegasan-ketegasanmu yang selalu menyelamatkanku
Terimakasih atas sikapmu yang
berani untuk melangkah dan membantuku perlahan keluar dari zona nyaman dengan
penuh susah payah
Terimakasih untukmu yang selalu
berniat untuk berubah menjadi lebih baik
Terimakasih karena kau selalu
menemani dan membantuku untuk selalu belajar arti kehidupan
Terimakasih atas prestasi yang
pernah kau ukir dan membuatku bangga sampai saat ini
Terimakasih untukmu yang selalu
sabar menghadapiku yang masih sangat labil dalam menghadapi situasi kehidupan
Terimakasih karena kau selalu
mencoba memahami diriku
Terimakasih selalu menjadi alarm
pengingatku
Terimakasih untukmu, Dan rasa
Syukur yang ingin selalu kupanjatkan pada-Nya dalam situasi apapun
Mudah-mudahan kau bisa menerima
permintaan maafku yang tulus ini. Karena aku menulisnya dengan penuh penyesalan
dan juga dengan penuh harap untuk tidak melakukannya lagi.
Mungkin rasa maafku sudah sedikit
terwakilkan dengan beberapa paragrap yang penuh arti ini. Namun sungguh, rasa
Terimakasihku belum sepenuhnya terwakili sampai aku dapat memastikan bahwa
dirimu akan BAHAGIA dan tersenyum kembali ketika mendapatkan kata TERIMA KASIH
dariku ini.
Teruntuk dirimu, yang sedang
mengetik kata-demi-kata di lembaran ini.
Teruntuk dirimu, yang selalu
mencoba bangkit dari kesalahan-kesalahan yang membuatmu menyesal
Teruntuk dirimu, yang selalu ingin mencoba
mencintai diri sendiri.
Teruntuk dirimu, yang air matanya
tulus
Teruntuk dirimu. Aku menyayangimu.
Aku mencintaimu. Aku membutuhkanmu.
Aku akan selalu menghargai setiap
keputusan dan perjuanganmu.
Aku tak pernah ingin mengabaikanmu
(lagi)
Aku akan selalu berusaha untuk
kebahagiaanmu.
Ya.. dirimu. NOVALINA NUR AZIZAH
-Bandung, 29 Oktober 2018-
Dari: Kata hati
Dari: Kata hati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar