Senin, 29 Oktober 2018

Surat untuk Sang Pejuang


Kata pertama yang ingin aku sampaikan adalah.. MAAF
Maaf jika aku selalu menganggapmu tak ada.
Maaf bila kehadiranmu disadari hanya ketika kau melakukan kesalahan.
Maaf jika kehadiranmu selalu ku caci
Maaf jika hatimu terkadang sengaja kusakiti
Maaf jika dirimu sengaja ku tenggelamkan dalam kebahagiaan yang palsu
Maaf jika aku terlalu keras dan egois terhadapmu
Maaf jika dirimu selalu kuabaikan dan tak pernah kupedulikan
Maaf jika aku selalu membuatmu tampak bodoh
Maaf jika aku selalu terdiam saat kau benar-benar kesakitan karena tersakiti
Maaf jika dirimu selalu kupaksa untuk melakukan sesuatu yang ujungnya akan membuatmu menderita
Maaf jika aku selalu membuatmu menangis
Maaf jika tak sedikitpun kata TERIMA KASIH kuucapkan atas semua perjuangan dan pengorbananmu yang begitu besar.

Kini aku benar-benar ingin selalu merasakan kehadiranmu yang sangat amat berarti.
Tanpamu aku tak pernah hidup. Tanpamu aku tak akan melangkah sejauh ini.

Terimakasih untuk selalu menemani setiap langkah suka dan duka ku.
Terimakasih atas kerjasama mu yang hebat
Terimakasih atas ketegasan-ketegasanmu yang selalu menyelamatkanku
Terimakasih atas sikapmu yang berani untuk melangkah dan membantuku perlahan keluar dari zona nyaman dengan penuh susah payah
Terimakasih untukmu yang selalu berniat untuk berubah menjadi lebih baik
Terimakasih karena kau selalu menemani dan membantuku untuk selalu belajar arti kehidupan
Terimakasih atas prestasi yang pernah kau ukir dan membuatku bangga sampai saat ini
Terimakasih untukmu yang selalu sabar menghadapiku yang masih sangat labil dalam menghadapi situasi kehidupan
Terimakasih karena kau selalu mencoba memahami diriku
Terimakasih selalu menjadi alarm pengingatku
Terimakasih untukmu, Dan rasa Syukur yang ingin selalu kupanjatkan pada-Nya dalam situasi apapun
Mudah-mudahan kau bisa menerima permintaan maafku yang tulus ini. Karena aku menulisnya dengan penuh penyesalan dan juga dengan penuh harap untuk tidak melakukannya lagi.
Mungkin rasa maafku sudah sedikit terwakilkan dengan beberapa paragrap yang penuh arti ini. Namun sungguh, rasa Terimakasihku belum sepenuhnya terwakili sampai aku dapat memastikan bahwa dirimu akan BAHAGIA dan tersenyum kembali ketika mendapatkan kata TERIMA KASIH dariku ini.

Teruntuk dirimu, yang sedang mengetik kata-demi-kata di lembaran ini.
Teruntuk dirimu, yang selalu mencoba bangkit dari kesalahan-kesalahan yang membuatmu menyesal
Teruntuk dirimu, yang selalu ingin mencoba mencintai diri sendiri.
Teruntuk dirimu, yang air matanya tulus
Teruntuk dirimu. Aku menyayangimu. Aku mencintaimu. Aku membutuhkanmu.


Aku akan selalu menghargai setiap keputusan dan perjuanganmu.
Aku tak pernah ingin mengabaikanmu (lagi)
Aku akan selalu berusaha untuk kebahagiaanmu.
Ya.. dirimu. NOVALINA NUR AZIZAH

-Bandung, 29 Oktober 2018-
Dari: Kata hati



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manusia seutuhnya?

Kali ini, izinkan aku untuk menuliskan hal-hal yang aku takutkan berharap, setelah menulis ini kenyataan tak sebesar kehawatiranku Akhir-akh...