Sabtu, 25 Februari 2023

Manusia seutuhnya?

Kali ini, izinkan aku untuk menuliskan hal-hal yang aku takutkan

berharap, setelah menulis ini kenyataan tak sebesar kehawatiranku


Akhir-akhir ini aku merasa ada sisi dalam diriku yang membuatku takut. Salah satunya, aku takut lupa untuk memfungsikan rasa empatiku. Aku seringkali bertanya-tanya pada diriku sendiri "apakah yang aku lakukan ini benar?" ketika aku mulai bisa memprioritaskan diriku dan tidak banyak memerdulikan perkataan orang lain yang membuatku tak nyaman. Dulu, hal itu sangat tidak mudah. aku orang yang selalu kepikiran dengan tindakan sekecil apapun. People pleasure, overthinking, khawatir berlebihan sempat sedikit banyaknya menjadi episodeku setiap hari bahkan setiap saat. sampai akhirnya aku tahu, aku kurang memiliki kesadaran terhadap diriku sendiri. Aku mulai lelah karena aku tidak bisa mengontrol pikiranku sendiri. Aku mulai belajar cuek pada hal-hal yang menyinggungku, cuek terhadap hal-hal yang bisa membuat semangatku melemah walaupun awalnya tidak sesempurna itu. Namun, lama kelamaan karakter cuekku mulai terbentuk, aku merasa pertahanan diriku semakin hari semakin kuat dan aku bisa merasakan dampak positifnya. Jarang ada hari dimana aku memiliki perasaan tak enak yang berlebihan, apalagi rasa bersalah yang berlebihan. 

Aku mulai merasa perlahan-lahan berhasil mengajak diriku bekerja sama untuk menjalani hari yang berat ini. Sampai pada dititik, dimana aku nyaman dalam kesendirian. Aku sangat bahagia ketika aku memiliki personal space dan hanya bisa berbincang dengan jujur dengan diriku sendiri. Dan itu bertahan lama sampai saat ini. Aku merasa aku bisa merasa segar kembali ketika aku bisa menghabiskan waktu sendiri, mendengarkan alunan musik dengan kedua earphoneku, pergi sendiri ke tempat-tempat dimana aku bisa menghirup udara segar, membaca buku di kamarku tanpa ada gangguan apapun. Namun, kembali pertanyaan itu muncul "apakah yang aku lakukanini benar?"

Disaat aku mulai sadar, aku mulai tidak peka pada sekitarku. Aku tidak lagi ikut merasakan kesedihan ketika orang lain menangis dan membawa kisahnya, Aku tidak lagi merasa harus banyak melakukan sesuatu ketika orang lain butuh pertolongan, aku tidak lagi membutuhkan orang lain untuk bisa menghibur diriku. Aku merasa semua manusia di dunia ini punya dunia mereka sendiri, dan tak perlu rasanya terlibat dalam kehidupan orang lain. 

Aku masih ada ketidak seimbangan dalam diriku. ketika aku terbiasa sendiri. Aku ingin mulai membuka percakapan lagi dengan orang lain dan membiasakan diri untuk bertemu orang-orang. Menyimpan sejenak kesibukanku yang selama ini membuatku pusing dan asik sendiri. Aku ingin bisa cerdas membagi waktu dan menyeimbangkan hidupku kembali. Aku ingin menjadi manusia seutuhnya yang diciptakan untuk bisa bermanfaat untuk sekitarnya. 

Menciptakan keseimbangan tentu bukan hal yang mudah. Ada saatnya aku butuh waktu untuk sendiri, ada saatnya juga aku harus hidup berdampingan dengan orang lain dan menjalani hidup ini bersama. 

Walaupun kita punya dunia masing-masing, namun pada nyatanya kita hidup di satu dunia. Dunia yang harus kita perjuangkan keseimbangannya dalam kebaikan. Seperti yang Allah inginkan, kita adalah khalifah fil ardh. yang punya misi untuk menjadikan dunia ini lebih indah dengan saling menasehati dan saling bermanfaat satu sama lain. Itulah manusia yang seutuhnya

Manusia seutuhnya?

Kali ini, izinkan aku untuk menuliskan hal-hal yang aku takutkan berharap, setelah menulis ini kenyataan tak sebesar kehawatiranku Akhir-akh...