Bismillah...
Take a breath…
Sudah banyak episode yang Allah titipkan pelajaran di hidup
ini. Hanya aja, aku masih terus belajar memahami setiap bentuk kebaikan
dari-Nya. Sampai akhirnya “masyaAllah, Alhamdulillah, jadi ini yaa bentuk kasih
sayang Allah…”
Hi, mungkin catatan ini akan berisi tentang diriku sendiri.
Tentang opini dan juga bagaimana aku melihat diriku. (so, kalau sekiranya
catatan ini tidak terlalu menarik untukmu, tak apa kamu boleh skip ke hal lain
yang lebih bermanfaat yaa)
Alhamdulillah, sudah bertambah saja usiaku. Dan aku masih
menjadi manusia yang lambat memahami semuanya. Tapi, aku sangat menikmati proses
menjadi ‘manusia pencari makna’. Hmmm mulai darimana yaa..
As you know (buat orang yang mungkin lebih sering ketemu
aku), aku (berhasil) jadi pribadi yang sudah mulai punya kemajuan untuk
menyaring hal-hal yang harus dipikirkan. Ya, mengurangi hal-hal yang bisa bikin
overthinking. Mulai dari kerjaan, tuntutan-tuntutan di luar kendali, omongan dan
penilaian orang terhadap aku, dan manage expectations. Aku bisa agak bernafas
lega karena akhirnya aku bisa ada dititik menjadi ‘nova’ yang sekarang walaupun
sangat masih jauh dari baik.
Dari mulai hal kerjaan, aku harus bener-bener bisa manage
waktu agar tetep balance antara professional dan kehidupan pribadi sebagai manusia
yang ‘waras’. Ada waktu aku bener-bener harus fokus menuntaskan pekerjaan
dengan baik, mengerahkan pikiran dan tenaga ketika jam-jam kerja. Lewat itu,
aku juga harus bisa punya waktu untuk sekedar bernafas dan mengupgrade diri
dengan hal lain. Ditambah, menggunakan waktu untuk evaluasi ketimbang
memikirkan hasil yang di luar kendali. Dan dalam hal ini aku masih belajar
banget.
Kedua, tentang tuntutan-tuntutan di luar kendali. “Nov,
kapan nikah?” waduh… klasik banget ngga sih? Dulu, pertanyaan ini mungkin ngga
begitu berarti, hanya sekedar obrolan basa basi. Tapi, makin bertambahnya usia,
ya, hal ini semakin aku pikirkan dan.. persiapkan. “Dia udah loh, kamu kapan
nyusul?” wah nampaknya diri ini masih belajar untuk mengontrol “udah nov, ngga
usah kekomporin sama orang, fokus memantaskan diri dulu, belajar banyak dulu
dan tentunya luruskan niat”. Kita ga bisa kontrol omongan orang lain, tapi kita
masih punya kendali lebih untuk memilih mana yang ingin kita dengar atau ngga.
Tentang hal ini, mungkin Allah masih ingin aku belajar banyak sebelum aku bisa
melangkah menuju kehidupan next chapter yang lebih menantang itu. Toh, jodoh
dan tanggal nya ngga akan kemana.. iya ga?
Huft… dan lagi. Penilaian orang lain dan omongan orang lain
terhadapku. Wah, jadi kebayang dulu kalau ada orang yang menilai aku buruk,
kepikirannya lama banget. “emang aku gitu ya?” “aku tuh sebenernya ngga gitu
loh” dan… pernyataan-pernyataan lainnya yang sebenernya hanya sibuk membuktikan
diri ini ke orang lain. Padahal, penilaian orang lain itu ya di luar kendali
kita. Kalau ada pepatah bilang “don’t judge a book by its cover” ya,
cukup buat nasehat diri aja bukan buat maksa orang lain untuk pegang prinsip
itu.
Terakhir, manage ekspektasi. Ini sih level paling sulit
menurutku. Susah untuk melawan rasa-rasa manusiawi dalam diri yang sedikit-sedikit
berharap, dan melenceng tanpa sadar berharap sama makhluk yang ternyata banyak kekurangan.
Ngga dipungkiri hal ini adalah hal yang paling bisa banget bikin stress. Serius
deh! Sampai ada dititik sadar, ternyata ekspektasi yang ngga di manage itu bisa
bikin cape banget. Cape marah-marahnya, cape kecewanya, cape segala macemnya
juga. Jadi, kalau punya harapan ya siapin juga untuk menerima hal terburuknya. Walaupun engga akan jadi otomatis ngga ngerasain kecewa, tapi seengganya luka hati ini
tidak akan terlalu mengnganga lebar sampe akhirnya susah diobatin.
So, aku yakin, semua orang punya proses dewasa nya
masing-masing. Dewasa yang ngga hanya sekedar usia, dewasa yang ngga hanya
sekedar pemikiran teoritis, tapi jadi dewasa yang BIJAK. Itu adalah pelajaran
seumur hidup! Semoga kita selalu jadi orang yang gampang nurut sama arahan
Allah yaa, jadi orang yang ngga bebal dan bandel kalo dikasih pelajaran bahkan
ujian hidup. Jadi manusia pencari makna yang cerdas dan juga gercep, biar bisa
selamat dunia dan akhirat. Aamiin
Ah, ini hanya sekedar catatan kecil untuk sedikit merangkum
proses belajarku selama ini. Walaupun seringkali masih mode-mode ga konsisten, jadi
catatan ini bisa menjadi reminder kalau lagi “oleng”. 😊
Salam dari manusia pencari maknaa 💓